Senin, 20 April 2009

Makalah "Pengaruh Media Televisi Tehadap Masyarakat"

A. PENDAHULUAN

A.1 Latar Belakang
Saya membuat makalah dengan mengangkat judul “Pengaruh Media Televisi Terhadap Masyarakat” karena pada dewasa ini teknologi sudah semakin maju. Dimana orang dalam memerlukan berita atau informasi sudah sangat mudah memperolehnya. Dari sekian banyak kemajuan teknologi salah satu diantaranya adalah pesawat televisi. Berbicara mengenai televisi, tentu ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya, yakni yang menyajikan, yang disajikan dan yang menikmati.
Televisi yang selama ini berperan sebagai media massa elektronik, walaupun dalam bentuk yang paling sederhana, ternyata mampu menggelitik, mempengaruhi dan menggiring seluruh umat manusia untuk membeli dan memilikinya di berbagai belahan bumi ini sehingga boleh jadi, sampai hari ini, sudah sekian milyar pesawat televisi diproduksi banyak pabrik di seluruh dunia. Televisi dengan berbagai program acara siarannya selama ini dengan berbagai jenis tayangan informasi dan hiburannya memang selalu menawarkan suatu kenikmatan tersendiri bagi para pemirsanya. Manfaat dan kegunaan pesawat televisi memang bukan tidak ada. Hanya, dibandingkan dengan kerugiannya, manfaat menonton acara televisi sampai saat ini, jauh lebih kecil ketimbang kerugian yang akan ditimbulkannya.

A.2 Ruang Lingkup
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengaruh media televisi terhadap perilaku masyarakat yang tanpa kita sadari kita telah terpengaruh oleh media televisi dan kita terapkan di dalam masyarakat seperti dalam cara berpakaian, berbicara dan lain-lainnya. Dan ada pun pengaruh negatif dan positif dari media televisi terhadap masyarakat. Agar tidak terlalu luas disini diskusi hanya dibatasi oleh beberapa situasi, kondisi, dan tempat tertentu.
















B. PEMBAHASAN
B.1 Tujuan televisi dalam masyarakat
Dimana terdapat beberapa tujuan televisi untuk masyarakat. Pertama, menumbuhkan dan mengembangkan mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Ketiga, mengembangkan masyarakat adil dan makmur.
B.2 Fungsi Televisi
Fungsi
Pada dasarnya televisi sebagai alat atau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Sesuai dengan undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 5 berbunyi “Penyiaran mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan dan hiburan, yang memperkuat ideology, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.”
Banyak acara yang disajikan oleh stasiun televisi di antaranya, mengenai sajian kebudayaan bangsa Indonesia, sehingga hal ini dapat menarik minat penontonnya untuk lebih mencintai kebudayaan bangsa sendiri, sebagai salah satu warisan bangsa yang perlu dilestarikan.
Dari uraian di atas mengenai fungsi televisi secara umum menurut undang-undang penyiaran, dapat kita deskripsikan bahwa fungsi televisi sangat baik karena memiliki fungsi sebagai berikut: Pertama, media informasi dan penerangan. Kedua, media pendidikan dan hiburan. Ketiga, media untuk memperkuat ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. Keempat, media pertahanan dan keamanan.
B.3 Pengaruh Media Televisi terhadap perilaku Masyarakat
Betapa kuatnya pengaruh televisi (TV) terhadap perilaku masyarakat/pemirsa sehingga seorang pakar komunikasi dan TV, AS (George Gerbner), menyebut TV sebagai “Agama Masyarakat Industri”.
Kehadiran TV maupun pesan-pesan yang disampaikannya mempengaruhi. Pertama, pengetahuan (Kognisi) dimana masyarakat bisa dapat pengetahuan lebih dari televisi. Kedua, sikap (Afeksi) dan tingkah laku (Psikomotor) masyarakat. Dimana kebanyakan manusia yang bersifat imitasi yang selalu meniru, televisi sangat mempengaruhi sikap dan tingkah laku masyarakat, karena televisi biasanya menampilkan hal-hal yang baru bagi masyarakat sehingga masyarakat terpengaruh dan meniru.
Pengaruh media televisi juga terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif dalam media televisi. Pertama, dimana media televisi memberikan informasi kepada seluruh masyarakat sehingga masyarakat dapat menyimak berbagai informasi yang ditampilkan oleh media televisi. Dengan mengetahui segala informasi yang ada akan dapat membantu seseorang dalam berbuat sesuatu, mengambil keputusan, dan memiliki kepercayaan dalam perilaku. Kedua, memberikan hiburan kepada masyarakat. Dimana fungsi hiburan menunjuk pada upaya-upaya komunikatif yang bertujuan memberikan hiburan pada khalayak luas. Dampak negatif dalam media televis. Pertama, dimana media televisi bisa menginspirasikan kejahatan. Erlangga (2008:15) mengatakan, “media massa yang memiliki efek paling kuat terhadap masyarakat dalam hal peniruan adalah televisi, karena tayangan rekonstruksi kriminalitas itu sebaiknya dihentikan karena sangat berbahaya. Televisi sebaiknya tidak mengangkat pemberitaan kriminalitas secara detail.” Menurut Nugroho (2008:15), hubungan erat kekerasan di tayangan televisi dengan yang terjadi di kehidupan nyata. Ia menegaskan hal itu berdasarkan hasil penelitian Leonard Eron dan Rowell Huesman terhadap berbagai program tayangan kekerasan di televisi Amerika Serikat pada akhir tahun 1990-an”.
Kedua, Salah satu dampak negatif televisi adalah perubahan perilaku, karakter, dan mental penontonnya. Hal ini dikarenakan acara televisi yang disajikan semuanya hampir sama. Salah satunya sinetron yang banyak menampilkan adegan kekerasan, gaya hidup hedonis, seks, ataupun mistik. Jika masyarakat banyak yang kurang setuju dengan pendapat ini, para owner atau pemilik media akan beralasan jika penayangan acara tersebut merupakan permintaan pasar yang dibuktikan dengan tingginya rating. Dengan sistem rating, program-program unggulan (ini juga tak berkait dengan kualitas, melainkan kuantitas nilai jumlah pemirsa) akan menjadi rebutan para pemasang iklan. Dengan begitu industri kapitalis hanya akan berfikir bagaimana memperoleh keuntungan tanpa memperdulikan dampak yang terjadi pada masyarakat. Ketiga, membuat masyarakat menonton TV hingga larut malam, membuat jam tidur malam berkurang, sehingga aktivitas diluar rumah semakin berkurang, juga mengakibatkan anak-anak cenderung malas mengikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih mendidik.
Di manapun, program televisi yang dikelola oleh industri berwatak kapitalis yang hanya berpikir bagaimana mencari keuntungan semata, senantiasa menimbulkan persoalan. Maka, pada awal dekade 1990-an, para pengamat media kemudian melontarkan gagasan untuk melakukan sejenis aktivisme yang bergerak di tataran publik. Lahirlah gerakan media literacy, yaitu sebuah gerakan mendidik publik agar mampu menghadapi media massa secara bijak dan cerdas. Bijak, artinya mampu memanfaatkan media massa sesuai dengan keperluannya. Cerdas, artinya mampu memilih dan memilah ragam informasi yang memang diperlukan. Tahu mana yang penting, dan mana yang tidak penting atau bahkan berbahaya bagi dirinya maupun lingkungannya. Media literacy dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai keberaksaraan media atau melek media. Konsep ini merujuk pada kemampuan khalayak untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi pesan-pesan melalui media dalam berbagai konteks (Livingstone, 2003). Dalam suatu masyarakat media seperti kita sekarang ini, di mana kontak dengan media menjadi sesuatu yang esensial dan tak terhindarkan, media literacy merupakan sejenis ketrampilan yang diperlukan oleh khalayak guna berinteraksi selayaknya dengan media, dan menggunakan media dengan rasa percaya diri. Ketrampilan-ketrampilan ini sesungguhnya dianggap penting bagi siapa saja. Namun target utama media literacy adalah kaum muda dan anak-anak. Maklum, mereka tengah berada dalam proses peneguhan mental dan fisik.







C. KESIMPULAN
Kesimpulan
Berdasarkan kajian sebagaimana di uraikan di atas penulisan menyimpulkan hal–hal yang berkaitan dengan penyelesaian permasalahan sebagai berikut
1. Dari sekian banyak tayangan yang disajikan televisi, kebanyakan dapat mempengaruhi sikap penontonnya setelah atau pada saat melihat tayangan televisi. Sehingga hal ini baik secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku penontonnya baik pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif.
2. Tayangan televisi yang menyajikan acara hiburan atau acara bernuansa kekerasan maka biasanya masyarakat, terutama pada anak-anak cenderung menyukai tayangan tersebut karena apa yang ditonton di tayangan televisi biasanya anak cenderung akan menirunya sehingga takut akan merusak akhlak masyarakat.












D. DAFTAR PUSTAKA
Mansur, awadl, Dr. (1993). Manfaat Dan Mudarat Televisi, Fikahati Anska, Jakarta.
Chen, Milton. (2005). Mendampingi Anak Menonton Telivisi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sumargo, Faisal. 2008. “Pengaruh Media Massa (Televisi) Terhadap Masyarakat Kota Magelang Dalam Pilkada Jateng”. Dalam http://faisalsumargo.blogspot.com/2008/06/pengaruh-media-terhadap-masyarakat-kota.html. Diakses Sabtu, 27 Desember 2008 pukul 12.30.
Elenyasak. 2008. “Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Anak”. Dalam http://ellenyasak.multiply.com/journal/item/2. Diakses Sabtu, 27 Desember 2008 pukul 12.45.
Redaksi. 2008. “Media Bisa Menginspirasi Kejahatan”. Dalam Kompas, 10 November 2008. Jakarta.

Tidak ada komentar: